Faktor – faktor yang dominan dalam interaksi manusia dengan
komputer
Manusia adalah faktor yang paling
penting dalam interaksi manusia dan komputer. Karena manusia sebagai pembuat
dan pengguna sangatlah di utamankan. Faktor manusia dapat dipandang sebagai
sistem pemroses informasi:
A. Informasi diterima dan ditanggapi
melalui saluran input-output (indera)
B. Informasi disimpan dalam ingatan
(memori)
C. Informasi diproses dan diaplikasikan
dalam berbagai cara
Berikut penjelasannya :
A. Informasi
diterima dan ditanggapi melalui saluran input-output (indera)
Saluran
masukan (input) utama pada manusia terletak pada panca indera. Dari saluran ini
manusia bisa menerima informasi dari komputer. Semua informasi yang didapat
akan diproses, diolah di dalam memori hingga menghasilkan suatu keluaran (output)
yang sesuai dengan informasi yang diterima.
Saluran
input pada manusia, antara lain :
1.
Mata
Berfungsi
untuk melihat benda, ukuran, warna, bentuk, kepadatan dan tekstur
2.
Telinga
Berfungsi sebagai input pendengaran,
untuk mendengarkan nada, warna nada, pola titik nada, intensitas dan frekuensi
3.
Hidung
Berfungsi
untuk membedakan bau yang ada di sekeliling
4.
Lidah
Sebagai
indera perasa, untuk membedakan rasa manis, asam, asin dan pahit
5.
Kulit
Yang
membungkus tubuh manusia, berfungsi untuk merasakan tekanan dan suhu
Saluran
output pada manusia, antara lain :
1.
Jari-jari dan tangan
2.
Mata
3.
Suara
PENGLIHATAN
Mata
manusia digunakan untuk menghasilkan persepsi yang terorganisasi terhadap
gerakan, ukuran, bentuk, jarak, posisi relatif, tekstur dan warna. Pada
kehidupan sehari-hari, mata digunakan untuk melihat semua bentuk tiga dimensi
sedangkan pada dunia komputer yang menggunakan layar dua dimensi, mata dipaksa
untuk mengerti bahwa obyek yang ada di layar komputer harus dipahami sebagai
obyek tiga dimensi dengan teknik tertentu.
Ada
dua langkah yang dilakukan manusia setelah menerima informasi, yaitu :
1.
Menerima informasi dari luar
2.
Memproses dan menginterpretasikan informasi yang diterimanya itu.
Penglihatan
manusia mempunyai keterbatasan, sedangkan sistem interpretasi (otak) bisa
membuat suatu kesimpulan yang tidak lengkap. Oleh karena itu pemrogram harus
memahami kedua sistem itu agar dapat menciptakan suatu interface yang sempurna
sehingga terjadi interaksi yang baik antara user dengan komputer.
INTERPRETASI SINYAL
Manusia
mempunyai jarak pandang dan ukuran obyek pandang yang terbatas. Ukuran dan
kedalaman pandang manusia mengindikasikan seberapa banyak area dari obyek
pandang yang tertangkap yang berhubungan dengan ukuran dan jaraknya dari mata.
Ketajaman
pandangan adalah kemampuan untuk mempersepsikan detail yang sangat baik, dengan
keterbatasan pandang yang dapat dilakukan mata untuk memberikan gambaran dari
obyek yang dipandang dengan jelas dan detail sehingga otak bisa memproses
sinyal yang masuk sehingga ada output dari sinyal tersebut.
Ketajaman
pandangan dipengaruhi oleh kecemerlangan cahaya (brightness), kejelasan (luminance),
banyaknya kedip (flicker) dan warna.
PROSES VISUAL
Sudut
visual juga menentukan ketajaman sinyal yang masuk ke dalam mata dan hal ini
akan mempengaruhi otak dari apa yang dilihat. Sudut visual dibentuk ketika mata
bergerak ke kiri terjauh dan ke kanan terjauh, yaitu :
1. Sudut pertama dimana tempat kedua mata
mampu melihat sebuah obyek dalam kondisi yang sama (penglihatan binokuler)
2. Sudut kedua dimana tempat terjauh
yang dapat dilihat oleh mata kiri ketika begerak ke sudut paling kiri
(penglihatan monokuler kiri)
3. Sudut ketiga dimana tempat terjauh
yang dapat dilihat oleh mata kanan ketika begerak ke sudut paling kanan
(penglihatan monokuler kanan)
4.
Sudut keempat adalah tempat buta yang sama sekali tidak dapat dilihat oleh
kedua mata
Perbedaan
penglihatan manusia antara siang dan malam memiliki sudut yang berbeda. Pada
siang hari mata bisa melihat sejauh jarak pandang sedangkan pada malam hari,
penglihatan lebih terbatas.
MEMBACA
Membaca
merupakan suatu topikyang sangat kompleks. Dengan membaca akan timbul suatu
persepsi untuk mengambil suatu kesimpulan. Membaca melibatkan mata yang
berkedip-kedip (saccades) dan mata yang memandang terus atau terpaku pada suatu
hal pada suau saat (fixation).
Normalnya
akan terjadi fixation 3 hingga 5 kali pada tiap baris yang dibaca dan pada
umumnya manusia dewasa dapat membaca tulisan yang ditulis dengan bahasa ibunya
250 kata per menit.
Pola
atau jenis huruf, lingkungan dan latar belakang dari tulisan sangat menentukan
proses membaca. Selain itu efek kontras negatif dan huruf yang lebih terang
akan memperbaiki proses membaca pada layar monitor.
MENDENGAR
Pendengaran
dapat merespon otak. Otak bisa mengidentifikasi suatu bunyi atau suara dari
sumber suara, nada dan maksud dari suara itu. Oleh karena itu suara dianggap
sebagai pandangan kedua (secondary vision).
Alat
fisik untuk mendengar adalah telinga. Telinga terbagi menjadi :
1.
Telinga bagian luar
Berfungsi untuk melindungi telinga
bagian dalam dan juga menguatkan suara
2.
Telinga bagian tengah
Mentransmisikan gelombang suara dengan
gendang telinga (ear drum) dalam bentuk getaran, kemudian melewati telinga
bagian dalam melalui malleus, incus dan stapes(stirrup)
3.
Telinga bagian dalam
Merupakan transmitter kimiawi.
Bergetarnya stapes menyebabkan gelombang tekanan dan cochlea yang
menyediakan cairan mendeteksi adanya sinyal dan mengirim nya ke otak melalui
syaraf pendengaran (auditory nerve).
SENTUHAN
Kinaesthesia juga
merupakan persepsi haptik yang bisa merasakan apa-apa yang disentuh. Sentuhan
memberikan umpan balik atas lingkungan dan juga indra kunci bagi mereka yang
mempunyai kekurangan pada penglihatan. Sentuhan merupakan suatu stimulus yang
diterima melalui kulit, seperti :
1.
Thermoreceptors, berupa panas dan dingin (suhu)
2.
Nociceptors, berupa tekanan terus-menerus, panas dan rasa sakit
3.
Mechanoreceptors berupa rasa tekanan
GERAKAN
Gerakan
(movement) mengandung dua hal penting yaitu kecepatan dan keakuratan. Waktu
gerak tergantung dari faktor usia dan kebugaran sedangkan waktu reaksi sangat
dipengaruhi oleh faktor audio dan visual. Sistem pendengaran bagi manusia
mempunyai kecepatan 150 ms sedangkan untuk visual berkisar 200 ms.
B. Informasi
disimpan dalam ingatan (memori)
Memori
adalah proses kedua dari input yang masuk dari alat panca indera melalui sensory
memory ke memori jangka pendek yang secara stimulus akan diteruskan ke
memori jangka panjang.
Terdapat
tiga fungsi memori, yaitu :
1. Sensory
Memory (memori untuk merasakan), merupakan tempat untuk stimuli seperti :
a.
Iconic, memori untuk rangsangan visual
b. Echoic, memori untuk rangsangan
suara
c.
Haptic, memori untuk rangsangan sentuhan
Sensory memory akan terus menerus
diperbarui atau ditumpuk dan kemudian diteruskan ke memori jangka pendek.
2.
Short Term Memory
Merupakan gerbang keluar-masuknya
informasi baru secara stimulus. Memori ini mempunyai akses informasi 70 ms dan
membuang informasi 200 ms. Kapasitas memori ini terbatas
3. Long
Term Memory
Memori ini menyimpan data secara
permanen dan mempunyai kapasitas yang tidak terbatas. Banyak hal yang kita
pelajari sejak masih kecil hingga sekarang yang masih disimpan dalam memori
jangka panjang, misalnya cara berjalan, bersepeda, berbicara dan sebagainya.
Memori ini merupakan database setiap manusia dengan kecepatan 1/10 detik, baik
menyimpan maupun mengeluarkan informasi.
Ada
dua jenis memori jangka panjang :
a.
Episodik (berurutan dari kejadian-kejadian)
Semua kejadian bisa disimpan dalam
memori ini misalnya kejadian yang dialami sendiri contohnya mengalami
kebakaran, kecelakaan dan sebagainya.
b.
Semantik (terstruktur, terdiri dari fakta-fakta)
Informasi dari memori semantik
diturunkan dari memori episodik. Jaringan ini selalu tergantung pada jenis masalah
yang akan diingat. Jika masalah bersifat umum maka hanya memerlukan sedikit
rincian. Jika ternyata yang diingat banyak maka hal-hal lain akan dilibatkan. Jaringan
semantik bisa lebih luas jika pengetahuan atau informasi dalam memori jangka
panjang itu tersedia.
- Informasi
diproses dan diaplikasikan dalam berbagai cara
- BELAJAR
Belajar (learning) adalah salah satu
cara untuk meningkatkan memori jangka panjang. Semua yang dipelajari akan
diproses di dalam memori, apakah akan disimpan atau tidak tergantung dari
metode atau cara informasi tersebut diproses.
- BERPIKIR
Berpikir (thinking) merupakan sesuatu
yang dimiliki manusia untuk membedakan informasi, menyelesaikan masalah dan
mempertimbangkan (berpikir merupakan suatu representasi pengetahuan)
Logika adalah bentuk representasi
pengetahuan atau proses membentuk kesimpulan atau menarik suatu inferensi
berdasarkan fakta yang ada. Input dari proses logika berupa premis atau fakta
yang diakui kebenarannya.
- PEMECAHAN MASALAH
Pemecahan masalah (problem solving)
merupakan proses untuk mendapatkan solusi dari masalah-masalah yang ada.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu :
1. Mendefinisikan masalah dengan
tepat, mencakup kondisi awal dan solusi yang diharapkan
2. Menganalisa masalah serta mencari
berbagai teknik penyelesaian yang sesuai
3. Merepresentasikan pengetahuan yang
diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut
4. Memilih teknik penyelesaian masalah
Terdapat tiga teori dalam penyelesaian
masalah :
1. Gestalt, mempunyai empat hal, yaitu
:
a. Penyelesaian masalah secara
produktif dan reproduktif
b. Menempatkan diri pada masalah dan
menstrukturisasi masalah
c. Atraktif tetapi tidak cukup fakta
untuk menyelesaikan masalah
d. Berganti perilaku, mengarah ke
teori pemrosesan informasi
2. Problem Ruang
Penyelesaian masalah melibatkan
pembangkitan kondisi dengan menggunakan operator yang legal dan beroperasi
dalam proses informasi memori jangka pendek
3. Analogi
Permasalahan yang sudah memiliki
solusi dengan menggunakan domain lain yang sama.
- KETERAMPILAN
Keterampilan (skill) didapat melalui
proses yang panjang dengan melakukan latihan secara terus-menerus sehinga hal
yang dilatih akan menumpuk di memori jangka pendek dan domain utamanya ada di
memori jangka panjang.
Keterampilan memiliki tiga level,
yaitu :
1. General Purpose Rule
Menginterpretasikan fakta-fakta
mengenai permasalahan
2. Spesific Task Rule
Hal-hal yang telah dipelajari dan
tergantung pada prosedur yang telah diketahui
3. Fine-tuner atau Skill Behavior
Seseorang dapat disebut terampil jika
sudah mencapai level ini
- KESALAHAN DAN MODEL MENTAL
Kesalahan masih dapat terjadi pada
seseorang yang terampil. Jenis-jenis kesalahannya adalah :
1. Slip yaitu perubahan dari
aspek perilaku keterampilan
2. Mis-understanding yaitu kesalahan
dalam memahami suatu masalah karena salah dalam memahami suatu teori
Emosi merupakan suatu sifat kejiwaan
manusia. Beberapa teori mengenai bagaimana emosi itu bekerja adalah sebagai
berikut :
1. James-lange
Emosi adalah interpretasi kejiwaan
dengan respon secara stimuli
2. Cannon
Emosi adalah respon kejiwaan secara
stimuli
3. Schacter-singer
Emosi adalah hasil evaluasi dari
respon kejiwaan dipandang dari sudut situasi secara kesuluruhan
Emosi meliputi respon kognitif dan
fisikal secara stimuli. Respon biologikal ke fisikal disebut mempengaruhi (affect).
Untuk proses mempengaruhi dalam merespon situasi adalah :
1. Positif, pemecahan masalah yang
kreatif
2. Negatif, berpikir sempit
Pengaruh positif bisa membuat hal yang
sulit dapat diselesaikan dengan mudah sedangkan negatif bisa membuat hal yang
mudah menjadi tugas yang sulit. Emosi sangat mempengaruhi proses dalam desain
interface karena jika seorang desainer mengalami stres maka akan mengalami
kesulitan untuk memecahkan masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar